RSS

Profil UMS

02 May

Sejarah Singkat UMS


Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) adalah lembaga pendidikan tinggi di bawah persyarikatan Muhammadiyah. UMS berdiri berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 0330/O/1981 tanggal 24 Oktober 1981 sebagai perubahan bentuk dari IKIP Muhammadiyah Surakarta.

Sebelum menjadi UMS, secara kelembagaan UMS berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Jakarta Cabang Surakarta yang didirikan pada tahun 1957. Para perintisnya antara lain Ibu Sudalmiyah Suhud Rais, Bapak Radjab Bulan Hadipurnomo, Bapak Muhammad Syafa’at Habib, Ibu Sulastri Gito Atmodjo, dan KH Syahlan Rosyidi.
Pada tanggal 18 September 1958, lembaga tersebut diresmikan oleh Bapak Wali Kota Madya Surakarta H.M Shaleh Werdhisastro. Pada saat diresmikan,. Perguruan Tinggi ini baru memiliki 51 mahasiswa, 6 orang karyawan dan 7 orang dosen. Asset tersebut modal awal berdirinya FKIP Universitas Muhammadiyah Jakarta Cabang Surakarta yang berlokasi di Jalan Overste Sudiarto Nomor 60 Surakarta.
Sebagai Dekan (Rektor saat itu) adalah Prof. Drs. Abdullah Sigit, Guru Besar Universitas Gadjah Mada dan sekretarisnya Bapak Drs. M. Syafa’at Habib. Adapun jurusan yang dibuka adalah Pendidkan Umum, Ekonomi Umum dan Islamic Studies-Pendidikan Agama Islam– tingkat Sarjana Muda, dengan status terdaftar.
Pada tahun 1963, jurusan-jurusan tersebut mendapatkan Status disamakan (mendapatkan penghargaan sama dengan ijazah perguruan tinggi negeri yang setaraf untuk tingkat Sarjana Muda) berdasarkan surat keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan Nomor 106/A tahun 1963.
Pada tahun 1965, FKIP Muhammadiyah Cabang Surakarta mendapatkan ijin untuk berdiri sendiri dan menjadi dua lembaga Pendidikan Tinggi, yaitu Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Muhammadiyah Surakarta, di bawah koordinasi Departemen Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan dan Institut Agama Islam Muhammadiyah (IAIM) di bawah koordinasi Departemen Agama. IKIP Muhammadiyah Surakarta berdiri dengan jurusan-jurusan Pendidikan Umum (PU), Ekonomi Umum (EU) berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perguruan tinggi dan Ilmu Pengetahuan No. 337/B-SWT/1965, dan IAIM dengan jurusan Tarbiyah/Pendidikan Agama Islam dan Jurusan Ushuluddin/Perbandingan Agama bersadarkan Keputusan Menteri Agama nomor 21 tahun 1966.
Tahun 1967, IKIP Muhammadiyah Surakarta menambah satu jurusan yaitu Civic Hukum (CH) dengan status Terdaftar dan mendapatkan ijin sebagai induk Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Jawa Tengah yang terdiri dari IKIP Muhammadiyah Klaten, Magelang, Kudus, Purwokerto, Kebumen, Wates, Temanggung, Wonogiri, Sukoharjo, Karanganyar, Banjarnegara, Prambanan, Purbalingga, Wonosari, dan Sragen. Setelah berkembang, cabang-cabang tersebut akhirnya berdiri sendiri menjadi perguruan tinggi yang mandiri seperti IKIP Muhammadiyah Purwokerto, IKIP Muhammadiyah Purworejo dan IKIP Muhammadiyah Magelang.
Pada tahun 1979, Drs. H. Mohamd Djazman, Rektor IKIP Muhammadiyah Surakarta saat itu, memprakarsai berdirinya Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan menggabungkan IKIP Muhammadiyah Surakarta dan IAIM Surakarta. Prakarsa tersebut kemudian terwujud dengan turunnya SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0330/O/1981 tentang berubahnya status IKIP Muhammadiyah Surakarta menjadi Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Sebagai pemantapan institusi, UMS mengelola beberapa fakultas, yaitu FKIP, Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, Fakultas Teknik, dan Fakultas Agama Islam (FAI). Pada tahun 1983/1984, UMS menambah lagi Fakultas baru yaitu Fakultas Psikologi dan Fakultas Geografi.
Sejalan dengan tuntutan dan perkembangan masyarakat, beberapa fakultas dikembangkan dengan membuka jurusan baru seperti Fakultas Ekonomi dengan Jurusan Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan, Fakultas Teknik dengan Jurusan Teknik Arsitektur, Elektro, Teknik Kimia, dan Teknik Industri. Pada tahun 1993/1994 UMS membuka program Pendidikan Ahli Madya Kesehatan (D3) dengan Jurusan Keperawatan, Fisioterapi, Gizi, dan Kesehatan Lingkungan. Tahun 1995/1996 membuka Program Pasca Sarjana dengan program Magister Studi Islam (MSI). Selanjutnya pada tahun 1999 membuka Fakultas Farmasi dan Magister Manajemen (MM) serta tahun 2001 membuka Magister Ilmu Hukum, Teknik Sipil, dan Manajemen Pendidikan. Pada tahun 2003/2004 dibuka program S1 dan D4 Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, dengan jurusan Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Fisioterapi, dan menyusul dibuka program studi Pendidikan Dokter tahun akademik 2004/2005. Pada perkembangannya empat program studi terakhir ini diintegrasikan dengan program D-3 Kesehatan dengan nama Fakultas Ilmu Kedokteran. Pada tahun 2005, UMS mendapat ijin untuk membuka program Magister Psikologi dan di susul program Magister Pengkajian Bahasa tahun 2006. Pada tahun 2006, FKIP membuka jurusan baru Program D2 Pendidikan Guru Taman Kanak-Kanak (PGTK) yang kemudian berkembang menjadi Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) jenjang S1. Pada tahun 2006 juga dibuka Fakultas Komunikasi dan Informatika dengan satu jurusan yaitu Ilmu Komunikasi, disusul dibukanya jurusan Teknik Informatika (Perangkat Lunak) pada tahun 2007. Pada tahun 2007 FKIP juga membuka jurusan baru, yaitu Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Tahun 2007 juga ditandai dengan langkah UMS menuju universitas kelas dunia yaitu dengan dibukanya program Internasional kerjasama UMS dengan Kingston University di Inggris untuk program studi automotive engineering. Hingga saat ini, UMS mengelola 41 (empat puluh satu) program studi dan 4 (empat) Program Rintisan Standar Internasional. Keempat Program tersebut adalah Pendidikan Matematika, Pendidikan Akuntasi, Pendidikan Biologi, Program Studi Teknik Informatika, Program Studi Ekonomi Akuntansi dan program Studi Manajemen. Untuk Program Rintisan Standar Internasional program studi di pendidikian dimulai semester V sementara program studi non kependidikan dimulai sejak semester I. Di samping itu, UMS juga menyelenggarakan pendidikan profesi, seperti profesi Apoteker, Psikologi, Advokat, Ners, dan Guru. Landasan untuk menuju universitas kelas dunia semakin kuat dengan masuknya UMS dalam kelompok 50 Promissing Indonesian Universities menurut versi Dirjen Dikti tahun 2006.

Pada tahun 2008, UMS mempunyai empat prestasi yang membanggakan. Pertama UMS terakreditasi secara institusi dengan nila B (baik), berdasarkan Surat Keputusan No. 148/BAN/PT/SK/AI PT/III/2008 tertanggal 11 Maret 2008. Ke-dua, berdasarkan Permendiknas nomor 19 tahun 2008 tertanggal 6 Juni 2008 tentang Perguruan Tinggi Penyelenggara Sertifikasi Dosen (PTP Serdos), UMS ditunjuk sebagai penyelenggara Sertifikasi Dosen (Serdos), dengan kategori PTP Serdos Mandiri. Ke-tiga, 24 Dosen UMS mendapatkan hibah dari Dikti untuk studi lanjut S- 2 dan S-3 ke Luar Negeri, Kanada, Eropa dan Australia. Ke-empat, mahasiswa UMS, Dita Restya, memenangkan Lomba Karya Ilmiah Mahasiswa Tingkat Nasional, dengan meraih juara pertama, mengalahkan peserta dari PTN dan PTS di seluruh Indonesia.

Tahun 2009, UMS meraih bebarapa prestasi yang juga membanggakan. Antara lain: UMS masuk peringkat 35 terbaik PTN dan PTS di Indonesia versi Webometrics, 18 Dosennya meraih hibah dari Dikti untuk studi lanjut ke jenjang S-2 dan S-3 ke Australia dan Inggris, prestasi lain, setelah robotnya menjadi pemenang favorit di ajang pameran pendidikan ”Education and Training Expo 2009” di Jakarta, robot cerdas dan robot seni UMS menjadi salah satu finalis di ajang lomba robot tingkat nasional yang diselenggarakan di Yogyakarta.
Pada 20 Juli 2009, UMS menembus peringkat 11 universitas terbaik di Indonesia, ke-77 tingkat ASEAN dan 2685 tingkat dunia dari 6000 perguruan tinggi yang dinilai Webometrics berdasarkan para meter Size, Visibility, Rich Files dan Scholar dalam tampilan di internet yang dapat diakses lewat Google, Yahoo, Live Search, dan Exalead.

 
Comments Off on Profil UMS

Posted by on May 2, 2010 in Seputar Kampus

 

Comments are closed.

 
%d bloggers like this: